The Story of Air – Chapter 2

Tak terasa Air menginjak usianya yang ke 3 bulan. Penglihatan dan pendengarannya semakin sempurna. Senyum sosialnya sudah muncul. Menyenangkan sekali melihatnya. Ocehannya juga mulai bertambah satu-dua.

Tapi satu hal mengganggu benak Ummi. Di usianya yang sudah 3 bulan, kenapa Air belum bisa miring dan tengkurap ya?

Padahala kalau mendengar cerita dari teman Ummi, anak-anak mereka kebanyakan bisa miring di usia 2 bulan. Bisa tengkurap usia 3 bulan. Huhuhu, sedihnya. Maklum, ibu baru. Belum pengalaman sama sekali.

Tiap kali browsing tentang perkembangan anak, yang usia sekian harus bisa ini, usia sekian harus bisa itu, rasanya ketir-ketir. Meskipun pada akhirnya, banyak artikel pula yang bilang, perkembangan tiap anak itu berbeda. Jangan disamakan satu dengan yang lainnya. Tapi tetap saja galau ini.

Pernah juga konsultasi dengan teman yang kebetulan profesinya seorang dokter. Dia pun bilang, tiap anak fase nya beda-beda, tidak bisa disamakan. Tinggal kita usaha distimulus saja.

Baik, saatnya menenangkan diri. Hapus galau-galau dari benak, dan mulai perbanyak stimulus buat Air.

Tepat beberapa hari setelah Air diajak pulang kampung, kami dikejutkan dengan kemampuan baru Air. Ia bisa miring, kemudian perlahan-lahan tengkurap! Alhamdulillah.. Senangnya.. Saat itu usianya 4 bulan lebih beberapa hari.

Tidak sampai disitu saja. Hanya berselang beberapa hari, ia sudah bisa menemukan caranya sendiri, merubah posisi dari tengkurap ke posisi semula.🙂. Caranya, salahsatu tangannya diluruskan, kemudian kepalanya dilekatkan ke tangannya yang lurus itu, dan akhirnya.. Glimbung.. Kembali ke posisi terlentang.

Air, sepertinya memang mewarisi kegigihan abinya. Kalau sudah punya mau, ya harus terlaksana. Setiap hari ia melatih diri dengan berguling-guling. Memamerkan kemampuan barunya.🙂

Di usianya yang menginjak 5 bulan, kami kembali dikejutkan oleh Air yang tia-tiba sudah berpindah tempat. Bukan dengan guling-guling seperti sebelumnya. Tapi ngesot maju.

Betapa cepatnya Air beradaptasi. Yang paling menggelikan, kecepatan ngesotnya akan berkali-kali lipat, jika ia melihat piring/mangkok berisi makanan😀 . Maka, kami harus waspada jika tiba-tiba Air mendekat, dan pluk! Entah apa yang berhasil ia raih.

Usia 6 bulan, Air dijenguk neneknya. Saat itu, Air masih dengan kemampuan lamanya, ngesot. Yang namanya kejutan, datang selalu tiba-tiba. Membuat haru dan bahagia. Ketika dikelilingi nenek dan kerabat, tiba-tiba Air menemukan caranya sendiri untuk mengambil posisi duduk. Dan langsung diikuti merangkak. Bukan ngesot lagi. Allahu Akbar!

Melihat perkembangan Air yang sedemikian rupa, saya amat yakin. Bahwa perkembangan tiap bayi itu berbeda. Tiap bayi itu unik. Jadi, pesan buat orang tua baru yang lain (ceile), jangan mudah galau kayak saya ya!🙂

Menikah itu Membuka Candu

Menikah itu menimbulkan banyak candu, terutama candu dalam memeluk dan mencium. Setidaknya itu yang saya rasakan sejak seminggu ini meninggalkan istri dan anak dikampung halaman untuk kembali bekerja di ibu kota.

Kenapa candu? Dan kok bisa jadi candu?

Secara pasti saya juga tidak tahu jawabannya

Tapi
Baca lebih lanjut

The Story of Air – Chapter 1

Ini kisah Air, putri kami yang pertama.

‘Ummi, boyongan ke Serpong nya, setelah Air umur 40 hari aja ya’. Begitu bunyi sms dari suami waktu itu.

‘lho, kenapa?’

‘Aku gak betah sendirian, gak ada yg masakin, gak ada yg ngurus..’

Hihihi.. Ternyata abi kesepian sendirian di rumah.. Yah, paling tidak itu cukup menggambarkan bahwa keberadaan saya, cukup memberi warna di kehidupannya, cia cia ciaaaa..

Oke, saya sih setuju2 saja dengan permintaan suami, yang sebenarnya meleset jauh dari rencana kami sebelumnya. Rencana kami, Air dan saya baru akan diboyong dari Madiun –karena Air dilahirkan di Madiun- sekitar setelah dua bulan atau bahkan setelah lebaran. Air lahir bulan mei, lebaran sekitar bulan agustus-september. Baca lebih lanjut

7 Golongan yang akan diselamatkan saat hari kiamat

Annaku sayang, ini ada oleh-oleh materi kajian abi pada 2 Mei 2013 di JGC Indonesia, semoga bisa di aplikasikan semua ya.

 

Didasarkan dari hadist Bukhori Muslim, ada 7 golongan manusia yang akan diselamatkan Allah di Yaumul Akhir:

 

1. Pemimpin yg Adil

Kata rasul Pemimpin yg Adil adalah ketika suatu negeri makmur maka pemimpin itu adalah yang terakhir kenyang. Demikian sebaliknya

 

Ada orang yg doanya tidak ditolak, yaitu pemimpin adil, orang shaum ketika berbuka, orang yang dianiaya. Hadis Riwayat tirmidzi,habban,ibnu majah,Ahmad.

 

2. Pemuda yg tumbuh dalam beribadah kepada Allah.

Seperti diterangkan Allah dalam surat Alkahfi tentang Pemuda Kahfi

 


Baca lebih lanjut

Upsy Daisy – I Look, I See 2: Lyrics

Yuk nyanyi lagu kegemaran Air yang baru :

http://www.youtube.com/v/dcG7IGoLqAk

Upsy Daisy, now don’t be lazy,

it’s time to go to the Masjid.

Wash your face up, and pick the pace up,

it’s time to go to the Masjid.

 

Help your mother to get your brother,

it’s time to go to the Masjid.

It’s a wonderful place to go,

as a family.

 

We’ll be standing,

all together in prayer.

We’ll meet all our friends

when we are there.

 

We’ll be standing,

all together in prayer.

We’ll meet all our friends

when we are there.

 

So, Upsy Daisy, now don’t be lazy,

it’s time to go to the Masjid.

We’ll greet everyone with Salaam

when we’re at the Masjid.

 

Listen carefully to the Imam,

when we’re at the Masjid.

It’s a wonderful place to go,

made for you and me.

 

We’ll be standing,

all together in prayer.

We’ll meet all our friends

when we are there.

 

We’ll be standing,

all together in prayer.

We’ll meet all our friends

when we are there.

 

So, Upsy Daisy, now don’t be lazy,

it’s time to go to the Masijd.

First we’ll sit and read Qur’an,

when we’re at the Masijd.

 

Next we pray with everyone,

when we’re at the Masjid.

It’s a wonderful place to go,

a wonderful place to be.

 

We’ll be standing,

all together in prayer.

We’ll meet all our friends

when we are there.

 

We’ll be standing,

all together in prayer.

We’ll meet all our friends

when we are there.

Nasehat Politik Untuk Anak-anakku

Anakku sayang, dulu zaman reformasi 1998 abi mungkin masih terlalu kecil untuk merasakan seperti apa heroiknya para pemuda menuntut perubahan Indonesia dari kekuasaan rezim Orde Baru. 10 tahun, ya sekecil itu memang lebih asyik bermain dan menonton kartun dari pada menonton saluran televisi yang mempertontonkan drama Mahasiswa ditembaki aparat juga kesuksesan mahasiswa yang mengatanamakan dirinya rakyat berhasil menduduki gedung DPR MPR RI. Sungguh heroik, tapi sayang sekali lagi abi masih terlalu kecil untuk menikmati keheroikan drama tersebut.

Setelah abi mulai memasuki masa-masa kuliah di Surabaya dan kemudian bertemu dengan ormek (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus) yang menyerukan budaya politik diharmonisasikan dengan jalan dakwah, abi seperti kembali melihat betapa heroiknya perjuangan mahasiswa saat itu. Dan tahukan anakku sayang siapa tokoh yang paling di puja dan dinantikan prestasinya pada saat itu? Dia orang yang sekarang ini disebut sebagai bapak Reformasi. Amin Rais.

Ya Bapak Amin rais adalah bapak yang sangat ditunggu kiprahnya pasca reformasi setelah apa yang dia lakukan selama proses reformasi. Kiprah pak Amin Rais kemudian mulai terlihat dengan mendirikan sebuah partai baru, partai yang dinantikan kiprahnya setelah bangsa Indonesia hanya di suguhi drama pemilu yang sudah jelas siapa pemenangnya selama berpuluh-puluh tahu.

Dan tahukah kamu partai apa yang di didirikan pak Amin Rais? Partai Amanah Nasional

Kata Amanah yang condong kearah partai yang benafaskan Islam, dan dengan ketokohan pak Amin Rais di Muhammadiyah seolah-olah menyihir masyarakat di Desa abi dulu anakku sayang, semua memuja partai ini. Bahkan dulu abi waktu kecil juga ikut-ikutan bersuka cita ikut kampanye bersama mbah yut mu, dengan naik mobil pick-up dan merasakan ramainya suasana kampanye akbar walaupun akhirnya abi merasa bosan karena belum terlalu mengerti kenapa ada keramaian seperti itu.

Harapan tinggal harapan, kewibawaan pak Amin Rais sepertinya hanya samapai batas reformasi 98 saja. Tidak Lebih. Sehingga sampai sekarang harapan yang di gantungkan kepada tokoh itu hanya mengawang diangan-angan.

Dan tahukan anakku apa yang terjadi sekarang?

http://news.detik.com/read/2013/04/24/141214/2229252/10/caleg-artis-pan-dapat-nomor-aman-di-pemilu-2014 (semoga link ini masih bisa kamu baca sayang ketika sudah bisa kelak)

Partai Amanah Nasional, Amanah yang menyihir warga desa Abi dulu sekarang sepertinya sudah berubah. Artis. Ya Amanahnya sepertinya berubah menjadi Artis. Partai Artis Nasional.

Kalau kamu bisa baca link beritanya, mungkin kamu sudah tidak mengenal mereka, karena memang mereka ada di masa-masa abi dan mbahmu. Tapi perlu kamu ketahui, mereka adalah Artis yang terkenal lewat karir menyanyinya, karir beraktingnya dan bahkan karir bergoyangnya. Kemudian mereka mendaftarkan diri ramai-ramai menjadi Calon Legislatif (CALEG).

Lantas kamu pasti bertanya, Apa tidak boleh artis jadi anggota legislatif?

Sungguh, abi tidak menyatakan larangan seorang artis menjadi anggota DPR yang akan menjadi wakil kita di senayan, tapi yang abi sayangkan adalah bagaimana sebuah partai yang didirikan seorang tokoh reformasi mencalonkan artis yang notabene tidak pernah mereka kaderisasi yang masif (itu persepsi abi saja ya kalau mereka tidak mendapatkan pengkaderan politik yang massif, bukan hanya untuk menghadapi pemilu saja).

Padahal sejatinya, yang namanya partai politik itu harusnya menjadi sebuah sekolah dan pencerah tentang politik ke masyarakat. Dia harusnya mengkader anggotanya agar bisa mewakili ideology pemikiran partai di senayan. IDeologi untuk memudahkan rakyat. Sementara artis yang maju sebagai anggota DPR/D abi yakin mereka punya kemampuan tersembunyi wlaupun sisi keduniaan (hedonis) yang sering mereka perlihatkan, tapi hal itu bukan karena proses pengkaderan dari sebuah partai politik sehingga akan berdampak akan hilangnya ideology dari sebuah partai politik untuk menolong rakyat.

Sayang, dengan adanya tulisan ini abi Cuma ingin mengingatkan kepada semua anak-anak abi dan umi, juga kepada abi dan umi sendiri, jangan sungkan jika kita punya kapasitas secara professional ataupun social untuk ikut serta sebuah partai politik. Cari partai politik yang bagus system kaderisasi nya sehingga kita bisa memanfaatkan keprofesian dan kesosialan kita di partai politik itu. Mulai dari hal kecil sayang, yang penting lakukan. Serapi tahapan ideology partai tersebut, resapi dalam setiap gerakan kerja bersama partai, dan point plus jika partai tersebut merupakan partai dakwah yang akan selalu memberikan kita tambahan pahala bekal di akherat kelak, bukan hanya dunia.

Terakhir anakku sayang, persiapkan diri kalian sebaik-baiknya sehingga ketika tawaran bekerja diranah politik datang maka kalian sudah siap. Jadikan ranah kerja di bidang politik menjadi bahan pertimbangan utama karena dia mempengaruhi hajat hidup orang banyak, dan tentunya selalu dilandaskan ibadah agar mendapat pahala berlimpah.

Abi

@aditcah

Yang Terdeket Yang Terlupakan

Konon disuatu sungai terdapat percakapan antara ibu ikan dan anaknya.

Anak : Ibu, aku heran ya, orang-orang yang bermain disini selalu senang, mereka gembira sekali bermain disungai.

Ibu : Iya anakku, mereka suka dengan air sungai pegunungan yang bisa menyegarkan mereka

Anak : Suka dengan air, emang Air serperti apa sih wujudnya? Mengapa bisa membuat mereka dingin dan segar

Kemudian sang Ibu bingung menjawabnya.

Sayangku, kadang seperti itulah hidup. Kadang kita melupakan sesuatu yang dekat sekali dengan diri kita. Seperti halnya ikan yang sering melupakan Air yang selalu berada disekelilingnya manusia juga kadang bahkan sering lupa akan nikmat udara yang selalu member pasokan oksigen untuk bernapas. Ikan tidak bisa melihat Air sayang, dan Kita tidak bisa juga melihat udara sehingga nikmat Allah terbesar dalam kehidupan yang tak terhitung nilainya seringkali terlupakan.

Demikian juga ketika manusia bermasyarakat. Kadang dengan bertambahnya teman dan meningkatnya hubungan teman menjadikan sahabat, bisa jadi melupakan orang yang terdekat dengan kita. Keluarga. Ya keluarga kadang selalu terlupakan sensasi kenikmatannya karena begitu dekatnya dengan kita.

Baru ketika kenikmatan yang jauh itu sudah terusik dan sudah tidak nyaman lagi, barulah manusia kembali dengan sesuatu yang dekat denganya. Jika mereka bertengkar dengan teman kemudian sedih, mereka pergi menangis ke ibunya masing-masing. Ketika mereka sakit dan tidak bisa menghidrup udara sendiri, beru mereka dengan terpaksa mengeluarkan banyak uang untuk membeli bertabung-tabung oksigen yang padahal dulu dia sama sekali tidak perlu mengeluarkan uang pun. Gratis.

Tapi setelah kesedihan itu terangkat, kebahagiaan dan kesembuhan dating, mereka seakan melupakan kembali hal-hal itu, mereka kembali ke masa melupakan yang terdekat.

Sayangku, walaupun yang terdekat itu selalu terlupakan, tapi yakinlah mereka tidak akan melupakanmu karena cinta mereka kepadamu adalah cinta yang sejati. Cinta yang diturunkan langsung oleh Allah untuk menjagamu dan selalu berada bersamamu kapan saja kamu butuhkan dan mereka tak akan bersedih walaupun kau lupakan sekaliapun kerena mereka yakin kamu akan kembali kepada mereka.

Silakan di refleksikan sendiri kepada Zat yang paling dekat dengan mu sayang. Zat yang bahkan tidak ada makhlukpun diduania yang lebih dekat denganmu dan mengatahui tentang dirimu selain Dia.

Abi