Potensi Tersembunyi dari Umi

Air sayang, perlu diketahui sekitar 3 tahun yang lalu, waktu abi masih di gembleng di pesantren SGM IPTEK, abi dapat satu pelajaran menarik dari salah satu ustad disana. Pelajaran itu adalah berkaitan dengan potensi diri. Pejarannya bernama “Connecting the Dots”

Ya, seperti itulah namanya. Menyambung titik. Air tahu apa definisi garis? Garis itu adalah sambungan dari banyak titik sehingga mencipatakan garis, entah itu garis lurus, melingkar atau meliuk-liuk yang jelas dia mencitakan bentuk yang unik. Dan setiap garis itu ditentukan oleh titik awal dia di goreskan. Titik itulah yang menentukan seperti garis yang akan dibuat.

Demikian juga manusia Air, manusia bias menjadi apa saja tapi “Connecting the Dots” di awal adalah yang biasanya sangat menentukan seperti apa manusia itu jadi atau berperilaku kelak. Titik itu adalah potensi. Dan setiap kita harus mencari potensi atau kecenderungan apa kita untuk menentukan tujuan hidup kita.

Abi ada cerita, dilanjutkan dulu ya bacanya.

Jaman dahulu kala, mungkin sekitar 16 tahun yang lalu saat abi menulis ini ada seorang gadis yang lucu sekali dengan rambut poni dan pipi tembem yang menarik. Konon katanya gadis itu pandai sekali dan mungkin juga cerewet sekali karena waktu naik motor bersama bapak inunya dia selalu saja menyanyi dengan keras sepanjang perjalanan. Dan tahukan apa yang dinyanyikannya, tentang “aku anak sehat”, (biar diajari umi aja ya nyanyinya), sama seperti air yang selalu saja “nggeremeng” ndak jelas selama naik motor bersama abi dan umi.

Saat itu gadis lucu itu masih SD sayang, tepatnya di Madrasah Islamiyah. Gadis itu rajin, dia selalu saja rangking pertama dikelasnya. Tak Terkalahkan. Dia juga kreatif sayang suka menulis. Menulis apa saja yang dia suka. Sampai suatu ketika dia diikutkan gurunya untuk lomba menulis, sungguh sesuai dugaan banyak orang, guru, orangtua dan teman-temannya di sekolah gadis itu menjuarai lomba itu.

Tanpa membaca hasil karya yang membawa kemenangan dari gadis berpipi tembem itu abi yakin kalau gadis itu memang layak mendapatkan juara, karena kira-kira 4 tahun yang lalu abi sempat membaca tulisan lepas gadis yang masih berpipi tembem itu dan abi langsung jatuh cinta dengan gaya penulisan dan bahasa gadis yang masih berpipi tembem itu. Bukan jatuh cinta pada orangnya tapi Jatuh cinta pada tulisanya yang ada di Note Facebooknya.

Kembali lagi ke 16 tahun yang lalu ya Air. Setelah menang, sepertinya hanya sampai disana saja kecemerlangan gadis itu. Dia tidak lagi meneruskan bakat yang sungguh luarbiasa diberikan ALLAH kepadanya. Dia hanya sesekali menulis beberapa kalimat saja mungkin tidak sampai membuat buku yang mungkin bisa bermanfaat dan menghibur bagi siapapun yang membaca. Karena abi sendiri 4 tahun lalu begitu merinding membaca tulisannya tentang bapak gadis tembem itu.

Sekarang saat abi menulis tulisan ini Air, gadis itu bukan gadis lagi tapi seorang Ibu tapi masih dengan pipi tembemnya. Dia masih menulis tapi hanya sesekali dan dalam jumlah sedikit. Kalau saja ibu yang berpipi tembem itu menulis lebih intens lagi, abi yakin ibu itu akan membuat banyak orang tersenyum dengan tulisan-tulisannya dari pada harus belajar menjadi pedagang yang jarang terlihat dalam titik awal kehidupannya yang lalu.

Hmmmmm…. Air tahu siapa Gadis Tembem dengan rambut poni lucu itu yang sekarang sudah menjadi Ibu yang masih berusaha menjadi penjual baju?

Abi kasih tahu g ya?

Ya dia seorang Ibu yang setiap hari jengkel kalau Air tidak mau makan, yang sedih setiap kali Air sakit, yang selalu bergadang menjaga air jika air sakit. Ya dia yang sering Air panggil Umi.

 

By Abi….

About Avatar Dad

Avatar Dad adalah hanya sekedar nickname. Avatar Dad adalah penulis bebas. Inginnya dalam setiap tulisannya dalam format cerita, sebagai pembelajaran untuk bercerita ke anak-ana kelak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s