Nasehat Politik Untuk Anak-anakku

Anakku sayang, dulu zaman reformasi 1998 abi mungkin masih terlalu kecil untuk merasakan seperti apa heroiknya para pemuda menuntut perubahan Indonesia dari kekuasaan rezim Orde Baru. 10 tahun, ya sekecil itu memang lebih asyik bermain dan menonton kartun dari pada menonton saluran televisi yang mempertontonkan drama Mahasiswa ditembaki aparat juga kesuksesan mahasiswa yang mengatanamakan dirinya rakyat berhasil menduduki gedung DPR MPR RI. Sungguh heroik, tapi sayang sekali lagi abi masih terlalu kecil untuk menikmati keheroikan drama tersebut.

Setelah abi mulai memasuki masa-masa kuliah di Surabaya dan kemudian bertemu dengan ormek (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus) yang menyerukan budaya politik diharmonisasikan dengan jalan dakwah, abi seperti kembali melihat betapa heroiknya perjuangan mahasiswa saat itu. Dan tahukan anakku sayang siapa tokoh yang paling di puja dan dinantikan prestasinya pada saat itu? Dia orang yang sekarang ini disebut sebagai bapak Reformasi. Amin Rais.

Ya Bapak Amin rais adalah bapak yang sangat ditunggu kiprahnya pasca reformasi setelah apa yang dia lakukan selama proses reformasi. Kiprah pak Amin Rais kemudian mulai terlihat dengan mendirikan sebuah partai baru, partai yang dinantikan kiprahnya setelah bangsa Indonesia hanya di suguhi drama pemilu yang sudah jelas siapa pemenangnya selama berpuluh-puluh tahu.

Dan tahukah kamu partai apa yang di didirikan pak Amin Rais? Partai Amanah Nasional

Kata Amanah yang condong kearah partai yang benafaskan Islam, dan dengan ketokohan pak Amin Rais di Muhammadiyah seolah-olah menyihir masyarakat di Desa abi dulu anakku sayang, semua memuja partai ini. Bahkan dulu abi waktu kecil juga ikut-ikutan bersuka cita ikut kampanye bersama mbah yut mu, dengan naik mobil pick-up dan merasakan ramainya suasana kampanye akbar walaupun akhirnya abi merasa bosan karena belum terlalu mengerti kenapa ada keramaian seperti itu.

Harapan tinggal harapan, kewibawaan pak Amin Rais sepertinya hanya samapai batas reformasi 98 saja. Tidak Lebih. Sehingga sampai sekarang harapan yang di gantungkan kepada tokoh itu hanya mengawang diangan-angan.

Dan tahukan anakku apa yang terjadi sekarang?

http://news.detik.com/read/2013/04/24/141214/2229252/10/caleg-artis-pan-dapat-nomor-aman-di-pemilu-2014 (semoga link ini masih bisa kamu baca sayang ketika sudah bisa kelak)

Partai Amanah Nasional, Amanah yang menyihir warga desa Abi dulu sekarang sepertinya sudah berubah. Artis. Ya Amanahnya sepertinya berubah menjadi Artis. Partai Artis Nasional.

Kalau kamu bisa baca link beritanya, mungkin kamu sudah tidak mengenal mereka, karena memang mereka ada di masa-masa abi dan mbahmu. Tapi perlu kamu ketahui, mereka adalah Artis yang terkenal lewat karir menyanyinya, karir beraktingnya dan bahkan karir bergoyangnya. Kemudian mereka mendaftarkan diri ramai-ramai menjadi Calon Legislatif (CALEG).

Lantas kamu pasti bertanya, Apa tidak boleh artis jadi anggota legislatif?

Sungguh, abi tidak menyatakan larangan seorang artis menjadi anggota DPR yang akan menjadi wakil kita di senayan, tapi yang abi sayangkan adalah bagaimana sebuah partai yang didirikan seorang tokoh reformasi mencalonkan artis yang notabene tidak pernah mereka kaderisasi yang masif (itu persepsi abi saja ya kalau mereka tidak mendapatkan pengkaderan politik yang massif, bukan hanya untuk menghadapi pemilu saja).

Padahal sejatinya, yang namanya partai politik itu harusnya menjadi sebuah sekolah dan pencerah tentang politik ke masyarakat. Dia harusnya mengkader anggotanya agar bisa mewakili ideology pemikiran partai di senayan. IDeologi untuk memudahkan rakyat. Sementara artis yang maju sebagai anggota DPR/D abi yakin mereka punya kemampuan tersembunyi wlaupun sisi keduniaan (hedonis) yang sering mereka perlihatkan, tapi hal itu bukan karena proses pengkaderan dari sebuah partai politik sehingga akan berdampak akan hilangnya ideology dari sebuah partai politik untuk menolong rakyat.

Sayang, dengan adanya tulisan ini abi Cuma ingin mengingatkan kepada semua anak-anak abi dan umi, juga kepada abi dan umi sendiri, jangan sungkan jika kita punya kapasitas secara professional ataupun social untuk ikut serta sebuah partai politik. Cari partai politik yang bagus system kaderisasi nya sehingga kita bisa memanfaatkan keprofesian dan kesosialan kita di partai politik itu. Mulai dari hal kecil sayang, yang penting lakukan. Serapi tahapan ideology partai tersebut, resapi dalam setiap gerakan kerja bersama partai, dan point plus jika partai tersebut merupakan partai dakwah yang akan selalu memberikan kita tambahan pahala bekal di akherat kelak, bukan hanya dunia.

Terakhir anakku sayang, persiapkan diri kalian sebaik-baiknya sehingga ketika tawaran bekerja diranah politik datang maka kalian sudah siap. Jadikan ranah kerja di bidang politik menjadi bahan pertimbangan utama karena dia mempengaruhi hajat hidup orang banyak, dan tentunya selalu dilandaskan ibadah agar mendapat pahala berlimpah.

Abi

@aditcah

About Avatar Dad

Avatar Dad adalah hanya sekedar nickname. Avatar Dad adalah penulis bebas. Inginnya dalam setiap tulisannya dalam format cerita, sebagai pembelajaran untuk bercerita ke anak-ana kelak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s