Menikah itu Membuka Candu

Menikah itu menimbulkan banyak candu, terutama candu dalam memeluk dan mencium. Setidaknya itu yang saya rasakan sejak seminggu ini meninggalkan istri dan anak dikampung halaman untuk kembali bekerja di ibu kota.

Kenapa candu? Dan kok bisa jadi candu?

Secara pasti saya juga tidak tahu jawabannya

Tapi

selama menikah saya jadi kecanduan memeluk, entah itu memeluk istri atau memeluk anak demikian juga dengan mencium. Dalam satu hari kalau tidak ada dua aktivitas itu rasanya ada saja yang kurang, badan juga terasa tidak segar, semangat juga tidak membara.  Hal yang sama sekali tidak pernah saya alami semasa masih bujang, bahkan saat masih bujang hasrat memeluk dan mencium kedua orang tua juga tidak sebesar setelah menikah.

Tapi sebenarnya candu ini bisa di salurkan ke yang yang lain, tapi tidak untuk benda semisal bantal dan guling. Candu ini hanya bisa di salurkan ke manusia yang lain. Bisa ke bapak, ibu atau pun adik. Atau bisa juga anak kecil, sebagai pengganti anak. Setidaknya itu yang saya rasakan

Tapi apa bisa dikata, di kota kami hanya hidup sendiri tanpa sanak saudara yang semahram, sehingga jika istri dan anak tidak ada, ya penyaluranpun tidak ada, karena kalaupun ada itu akan menimbulkan dosa yang luar bisa.

Ya Allah, sebegitu hebatnya candu yang kau berikan dalam bentuk sayang menyayangi sesama manusia melalui pernikahan.

Catatan sisa lebaran

Abi

About Avatar Dad

Avatar Dad adalah hanya sekedar nickname. Avatar Dad adalah penulis bebas. Inginnya dalam setiap tulisannya dalam format cerita, sebagai pembelajaran untuk bercerita ke anak-ana kelak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s